Kisah Misteri Stasiun Kereta Api Manggarai

Kisah MisteriMembicarakan hal-hal yang berbau tentang mistis memang tidak akan ada habisnya. Meskipun menyeramkan, orang-orang tetap saja tertarik membicarakan hal tersebut dan selalu mencari tahu. Selalu saja ada cerita-cerita baru yang bermunculan tentang kisah misteri. Mulai dari kejadian, sosok makhluk halus sampai tempat seperti rumah sakit, sekolah, rumah kosong dan stasiun kereta api. Baik stasiun, kereta api dan lokasi kecelakaan kereta memang sudah menjadi ‘langganan’ cerita-cerita horor yang tersebar bebas di masyarakat. Biasanya kisah yang berbau mistis ini bermula dengan adanya seseorang atau mobil yang ditabrak kereta yang mana menimbulkan korban jiwa. Entah hanya berita konsumtif semata atau memang benar adanya, banyak orang mengaku pernah mengalami kejadian tak masuk akal tersebut yang berhubungan dengan kereta api.

Kisah Misteri Kereta Meluncur Tak Berpenumpang

Kisah misteri ini dimulai ketika suatu hari ada kejadian tidak wajar dimana tiba-tiba sirene pintu perlintasan kereta api berbunyi layaknya ada kereta yang akan melintas. Padahal saat itu sudah diluar jam operasional KRL. Menurut penjaga perlintasan pada jam 4 subuh, adanya lokomotif menarik 4 gerbong tanpa dikemudikan oleh masinis dan tidak terlihat ada penumpang di dalamnya. Gerbongnya juga dalam keadaan gelap gulita. KRL yang berjalan secara misterius tersebut melintas di jalur tiga dari arah Bogor sampai Stasiun Manggarai dengan kecepatan 60-80 Km/jam. Yang membuat petugas perlintasan heran mengapa ada kereta melintas, padahal jam operasional kereta listrik Jabodetabek dimulai pada jam 5 subuh.

Ditambah kereta melintas tanpa adanya pasokan listrik, kalaupun ada yang jahil menjalankan kereta itu mustahil. Sebab, rangkaian kereta yang sudah dikandangkan pasti dikunci sehingga tidak ada orang yang bisa menjalankan. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, sebuah cerita mistis atau kisah misteri sebaiknya jangan dianggap serius. Apalagi bila tanpa adanya bukti yang nyata atau juga adanya saksi mata yang melihat kejadian tersebut secara langsung. Sebab banyak cerita yang didengar merupakan “katanya” saja sehingga memerlukan pembuktian.

Related posts: